
Tanggal 27 April 2007, para penyelenggara chat room berbahasa Arab pada jaringan online Paltalk memberitahukan adanya sesi khusus tanya jawab secara langsung dengan Abu Adam al-Maqdisi, ia berkebangsaan Palestina, berjuang bersama Al-Qaeda "Negara Islam Iraq". Diskusi ini sepenuhnya diselenggarakan dengan audio stream yang disediakan oleh Paltalk, dan berlangsung selama dua jam lebih. Berikut sebagian petikan wawancaranya:
“Sehubungan dengan pertanyaan apakah akan terjalin sebuah hubungan antara kami dengan [ Syiah ] Hezbollah [ di Lebanon ], sangat tidak mungkin akan ada hubungan seperti itu, karena kebaikan dan kejahatan tidak dapat bercampur…”
” Saya akan memberikan pendapat saya mengenai pemerintahan Hamas [ di wilayah Palestina ] : mereka adalah pemerintahan sekuler, lebih dekat kepada nasionalis daripada religius…”
“Berkenaan dengan jumlah Mujahidin yang mendominasi kepolisian dan angkatan darat yang keluar, saya akan mengatakan : Mujahidin berusaha untuk tidak bertempur – kecuali bila mereka terpaksa – di wilayah yang menjadi tempat pemukiman mereka, dalam artian tempat mereka tidur. Ini adalah perintah dari Syekh Abu Musab al-Zarqawi (rahimahullah). Saya ingin mengklarifikasikan tentang penyusupan pada berbagai badan kepolisian atau Angkatan Darat. Saya ingin meyakinkan bahwa saudara-saudara Anda di Iraq telah menyusup ke dalam kepolisian, National Guard, Brigade Badr, dan masih banyak lagi lainnya. Semua mekanisme yang digunakan untuk melawan Mujahidin telah kami susupi, dan sebagai buktinya adalah serangan [aksi syahid] yang baru-baru ini terjadi di Wilayah Hijau …”
“ Penyerangan yang dilakukan di berbagai pasar, toko, dan orang-orang sipil tidak mungkin dilakukan oleh saudara-saudara kami. Mereka tidak menempuh perjalanan beratus-ratus kilometer hanya untuk membunuh orang-orang sipil. Tindakan itu dilakukan oleh orang-orang ateis, orang-orang yang murtad, dan orang-orang non muslim untuk menjatuhkan reputasi Negara Islam Iraq. Hampir semua operasi yang dijalankan oleh mujahidin terekam… Operasi yang menewaskan Abu Musab al-Zarqawi, sebenarnya bukan Abu Musab targetnya. Tetapi Abu Abdelrahman al-Baghdadi, yang juga terbunuh dalam serangan itu…”
“Berkenaan dengan pertanyaan Anda apakah kami memerlukan lebih banyak perekrutan Mujahidin dan apakah ada kamp pelatihan [di Iraq ] … Saya akan mengatakan bahwa terkadang kami memerlukan lebih banyak Mujahidin dan terkadang kami sama sekali tidak memerlukannya. Tidak ada kamp pelatihan khusus di Iraq. Pelatihannya diselenggarakan di tempat tersembunyi yang rahasia atau di wilayah, yang untuk alasan tertentu, tidak dapat saya beritahukan kepada Anda. Saudara-saudara kami siap untuk bertempur, berdoa hanya kepada Allah untuk rahmatNya. Kebutuhan kami yang sangat penting adalah syuhada [sukarelawan aksi syahid], kami memerlukan syuhada lebih dari hal lainnya. Ada juga kebutuhan yang kadang-kadang diperlukan oleh saudara-saudara pejuang atau saudara-saudara yang bekerja di bidang media. Sekali lagi, ada kamp-kamp pelatihan, tetapi letaknya tersembunyi di bawah tanah.”
“ Untuk siapa saja yang ingin bergabung dengan jihad di Iraq, saya minta Anda bersabar dan mengatur segala urusan sebelum Anda melakukannya. Anda seharusnya menghubungi saudara-saudara di Iraq sebelum Anda pergi ke sana. Seluruh gagasan tentang ‘ jihad yang penuh gairah ‘ dan pergi ke Iraq tanpa ada siapapun yang dapat dihubungi adalah sia-sia. Hari-hari ini ada banyak orang yang bertopeng dan bersenjata berjalan mondar-mandir di jalanan-jalanan di Iraq, tetapi tidak semua dari mereka adalah ‘ saudara ‘, sebelumnya Anda harus merencanakan kedatangan dan perjalanan Anda. Adakalanya ‘ saudara ‘ itu sebenarnya bekerja untuk [ Iraq ] National Guard atau polisi yang desersi, jadi berhati-hatilah. Saya minta anda mendoakan saudara-saudara Anda di Iraq dan ketenangan untuk para Mujahidin …”
“…Saudara-saudara kita biasanya memulai hari dengan doa di saat fajar, kemudian membaca dan mempelajari Al Quran. Sekitar pukul tujuh, mereka akan pergi berlatih fisik selama 1 jam, setelah itu pelatihan militer baru dimulai. Pelatihannya berada di luar ruangan. Kemudian, saudara-saudara yang mempunyai pekerjaan akan pergi bekerja dan yang tidak mempunyai pekerjaan akan duduk mengikuti sesi tentang syariah.”
“Menjawab pertanyaan ‘ Cara apa yang paling baik untuk mempersiapkan diri anda selama berada di negara Anda sebelum Anda bergabung dengan jihad di Iraq ‘ : Wahai saudaraku, ada banyak pelatihan militer yang diadakan oleh berbagai situs web tentang jihad – seperti forum Al Hesbah, Al Ekhlaas dan Al Boraq. Mungkin hal yang terpenting adalah latihan fisik. Anda harus bisa berlari. Anda harus menetapkan setelah Anda berdoa tiap saat, lakukan 50 push up dan 50 sit up. Saudara Abu Ubaidah al-Anshari biasanya menambah sampai 100 tiap kali ia berdoa…
“ Menjawab pertanyaan tentang senjata apa yang sering digunakan di Iraq, Saya mengatakan bahwa tiap operasi dan daerah operasi memerlukan tipe dan jenis senjata yang berbeda. Secara umum saudara Anda mengunakan teknologi yang sama yang digunakan oleh orang kafir dan orang Amerika. Jika mereka menggunakan M16 atau senjata M-4 rifles, maka saudara Anda juga akan menggunakannya. Semoga kami segera akan dapat mempunyai F16 milik kami sendiri. Jangan lupakan janji Abu Musab [ al-Zarqawi ] yang terkenal bahwa Amerika akan dikalahkan dengan senjata mereka sendiri.
“Merespon apa langkah kami selanjutnya, maka saya sampaikan bahwa tujuan akhir kami adalah untuk menegakkan sebuah Khilafah Islamiyah. Kami akan memulai dengan membebaskan seluruh wilayah kaum Muslimin dari tangan-tangan rezim agresor, tentu kami tidak akan melupakan Palestina, Chechnya, Afhganistan, Adalusia (Spanyol), Philipina, dan negara-negara lain. Negara Islam Iraq akan terus memperluas wilayah jihadnya ke negara-negara tetangga, terutama untuk menginspirasikan jihad, dan operasi jihad.”
“Terima kasih saudaraku semua atas pertemuan kita ini. Saya akan mengakhiri wawancara ini dengan mengutip pesan dari Komandan Militer Negara Islam Iraq, Abu Hamzah Al Muhajir, “Wahai saudaraku, Saya ingin menginformasikan kepada Anda semua bahwa seluruh Mujahidin Iraq mengikuti teladan Rasulullah SAW dalam memerangi murtadin. Negara ini, Insya Allah dengan idzinNya akan menjadi akan menjadi Khilafah Islamiyyah yang mengikuti manhaj kenabian. Jihad telah dimulai dari Afghanistan, dan kini di Iraq, dan akan terus berlangsung di seluruh wilayah. Kami berharap dapat mengakhiri penindasan saudara-saudara kami di Palestina. Negara Islam Iraq berjanji tidak akan menghentikan jihad hingga kita semua bisa membebaskan Jerusalem sebagaimana yang telah dikabarkan oleh Baginda Rasulullah SAW. Seluruh pemimpin-pemimpin kami telah mencanangkan hal itu semua, Syekh Usamah bin Ladin, Syekh Aiman, Mullah Muhammad Umar, Abu Musab Az Zarqawi, dan kini Abu Umar Al Baghdady. Mereka semua telah berjanji untuk menegakkan Negara Islam di setiap jengkal wilayah di bumi ini. Kami memperingatkan yahudi dan dan para pemimpin Arab bahwa jihad telah datang , Islam ada di sini, dan pasukan serta pengikut Muhammad SAW ada di sini. Kami ingin sampaikan kepada kalian semua bahwa apa yang kalian hadapi di Selatan Libanon menghadapi Hizbullah hanyalah sesuatu yang kecil dibandingkan dengan yang akan kalian hadapi dari pasukan Allah berikut ini.”