Pesan Shaikh Aiman Az Zhawahiri utk Mujahidin Media

By Berandalantuhan Collective

Saya meminta kepada Allah agar memberikan sebaik-baik ganjaran kepada orang-orang yang berkecimpung dalam jihad media. Agar Allah membalas mereka dengan balasan yang terbaik atas resiko dan bahaya yang mereka ambil demi membongkar kejahatan salibis yahudi terhadap umat Islam. Dan saya mengajak mereka untuk meningkatkan usaha dan pengorbanan. Saya memuji Allah dengan kenyataan bahwa musuh menyaksikan, dengan sumberdaya mereka yang sangat besar dan penyebaran media besar-besaran, mengalami kekalahan di hadapan sumber daya yang sangat minim yang dimiliki Mujahidin.

Scene Report Sound For Palestine

By Berandalantuhan Collective

Fuih akhirnya sampai juga di Taman Ismail Marzuki. Setelah melewati perjalanan cukup menarik karena kami sempat kehujanan di Pondok Kopi. Berangkat Pukul 15.45 usai shalat ashar berjamaah, dari bekasi kami segera menuju ke Acara Sound For Palestine. Sebuah acara yang di mobilisasi oleh pengamen jalanan. Sebelumnya sempat dua jam kami menunggu Fuad Ketapel Art dan Epic GunXrose di rumah Udenk, karena beberapa kendala mereka tidak bisa hadir on time seperti yang direncanakan managemen. Jadinya yang harusnya berangkat jam 14.30 jadi molor.

Sound for Palestine

Kami Hanya Membela Diri

By Berandalantuhan Collective

Again. Inertia rocks! Bukankah inersia itu sebuah penyakit? Makanya saya minta tolong beritahu obatnya. Tidak masalah generik juga. Kawan, kita punya banyak agenda. Apa yang bisa kita lakukan untuk menolak diam dan ikut serta dalam iringan manusia yang masih waras melawan ketidakwarasan dan kebastardan? Baiklah. Soal Gaza, lebih 1300 jiwa terbunuh dan martyred tentunya. Mudah, murah, itulah darah saudara kita disana. Lalu masih saja arogan dan tanpa malu zionis fasis yang telah melakukan lebih daripada apa yang dilakukan oleh Hitler dengan warfare terkini..

Surat Abu Umar Al Baghdady

By Berandalantuhan Collective

sekilas pengkhianatan kepemimpinan HAMAS nampak dalam beberapa point berikut; 1. Keikutsertaan mereka ke dalam proses politik yang berada di bawah Undang-undang sekuler buatan manusia dan berpijak pada kesepakatan Oslo yang berisi kesepakatan untuk mengosongkan sekitar ¾ wilayah Palestina. 2. Pengakuan secara diam-diam terhadap Negara Israel dengan mengakui pembentukan Negara yang dibangun berdasarkan kesepakatan Oslo, serta pengakuan mereka atas sahnya presiden mereka yang sekuler, murtad dan menjadi agen Yahudi.

Palestine, Erdogan Vs Peres

By Berandalantuhan Collective

update 1) kemarin bertemu teman. seorang teman sekaligus saudara saya yang pendapatnya tidak jauh beda dengan yang lain soal peristiwa mutakhir dan akar sejarahnya. cukup menarik, mengapa hampir banyak orang yang membypass begitu saja masalah akar sejarah palestina saat peristiwa mutakhir terjadi, terakhir gaza. masih ingat bagaimana Luthfi assyaukani koordinator JIL mereduksi "perebutan" tanah dengan logika bahwa saat ini tanah yang telah dirampas oleh israel sudah "maju" dalam artian sudah dibangun dan disana terlihat pemandangan kota modern.

Lakukan Sesuatu Terhadap Pilihanmu Itu...

Diposting oleh Berandalan Tuhan On 19.48 2 komentar

Sebentar lagi ujian ! Ya, ujian nasional Bro !!! Dan kali ini kita akan menghadapi soal pilihan ganda alias multiple choice. Cuma peraturannya saja yang agak sedikit berbeda. Panita ujian bilang, kita harus mencontreng pilihan kita. Ingat, mencontreng ! Bukan menyilang, mengalikan atau menghitamkan bulatan !

Panitia ujian juga berpesan agar kita memilih yang terbaik, jangan asal mencontreng ! Karena hasil ujian ini akan mempengaruhi masa depan kita. Ya, secara komulatif hasilnya akan menentukan masa depan seluruh peserta. Jika sebelum ini kita sudah diajari bahwa mencontek adalah sebagian dari korupsi. Bolehjadi kita menjadi pendukung seorang koruptor, meskipun kita tak pernah mencontek dalam ujian kali ini. Lho???


Iya, karena jika pemimpin kita adalah seorang koruptor atau setengah koruptor maka status orang-orang yang akan mendukungnya sangat jelas. Bayangkan, ada sebagian orang yang sebelum masa ujian tiba, mereka malah asyik ikutan pawai kampanye. Padahal tugas kita kan belajar dan banyak membaca untuk menghadapi ujian. Bukan demonstrasi atau teriak-teriak dijalanan.

***
Oiya, saya hampir lupa mengingatkan kalian. Kertas ujian nanti jangan lupa dikasih nama dan tanggal ujian. Karena meskipun panitia tidak pernah mengumumkan hal ini, kita semua orang-orang yang terpelajar untuk tidak membiarkan kertas ujian kosong, sementara pena ada ditangan kita.

Apakah kalian akan diam dan tidak menuliskan sesuatu?? Oh, tidak! Ayunkan lah pena yang ada ditangan kalian. Bukan kah kalian punya pendapat pribadi?! Mengapa hanya mencontreng? Anggap saja ini soal uraian (essay)! Tulislah! Tuliskan opini kalian. Mengapa kalian akan menyia-nyiakan kesempatan untuk berpendapat dan bersuara??!

Ayolah… Jangan diam saja! Dulu ketika ujian sekolah saya pernah menulis pesan dan curhat di lembar jawaban. Saya pernah mengisi jawaban essay dengan kalimat; “Bu, susah banget nih soal!”, “Perasaan ini belum diajarin deh…”. Bagaimana dengan kalian? Maksud saya, apakah kalian pernah menulis sesuatu dalam lembar jawaban ujian sewaktu sekolah dulu? Pernahkan kalian menuliskan unek-unek dan curhat di saat ujian?

Ayolah, lakukan! Jangan diam saja! Kali ini ujiannya berskala nasional. Kalian punya kreativitas gak?! Katanya sekarang zaman kebebasan berpendapat lho. Apalagi demokrasi menjamin kebebasan berpendapat. Kenapa kalian gak mau berpendapat dengan bebas? Kenapa kalian rela, suara kalian direduksi dan di korupsi oleh para caleg yang fotonya nanti ada di ‘lembar jawaban’ ujian nasional kali ini…

Kenapa?? Ayo jawab!!!


Tiba-tiba saya marah. Karena kalian diam, saya tidak mau melanjutkan tulisan ini. Tapi sebagai penghormatan, saya mau kasih kata penutup dan satu pertanyaan bonus!

Apa yang akan dilakukan orang kreatif jika diberi pena dan kertas suara?

“Suruh siapa ngasih pena dan kertas suara ke orang-orang yang kreatif!”

#Dirumah, Sabtu Malam ku sendiri…

Readmore »»
| edit post

Ayat Ayat Mengenai Perang

Diposting oleh Divan Semesta On 18.15 3 komentar



(9:38)

Hai orang-orang yang beriman, apakah sebabnya bila dikatakan kepadamu : "Berangkatlah (untuk berperang) pada jalan Allah" kamu merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu? Apakah kamu puas dengan kehidupan di dunia sebagai ganti kehidupan di akhirat? Padahal keni'matan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) diakhirat hanyalah sedikit.

(9:39)

Jika kamu tidak berangkat untuk berperang, niscaya Allah menyiksa kamu dengan siksa yang pedih dan digantinya (kamu) dengan kaum yang lain, dan kamu tidak akan dapat memberi kemudharatan kepada-Nya sedikitpun. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

(9:40)

Jikalau kamu tidak menolongnya (Muhammad) maka sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir (musyrikin Mekah) mengeluarkannya (dari Mekah) sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, di waktu dia berkata kepada temannya: "Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita." Maka Allah menurunkan keterangan-Nya kepada (Muhammad) dan membantunya dengan tentara yang kamu tidak melihatnya, dan Al-Quraan menjadikan orang-orang kafir itulah yang rendah. Dan kalimat Allah itulah yang tinggi. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana [643].


(9:41)

Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan maupun berat, dan berjihadlah kamu dengan harta dan dirimu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.

(9:42)

Kalau yang kamu serukan kepada mereka itu keuntungan yang mudah diperoleh dan perjalanan yang tidak seberapa jauh, pastilah mereka mengikutimu, tetapi tempat yang dituju itu amat jauh terasa oleh mereka. Mereka akan bersumpah dengan (nama) Allah : "Jikalau kami sanggup tentulah kami berangkat bersama-samamu." Mereka membinasakan diri mereka sendiri [644] dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya mereka benar-benar orang-orang yang berdusta.

(9:43)

Semoga Allah mema'afkanmu. Mengapa kamu memberi izin kepada mereka (untuk tidak pergi berperang), sebelum jelas bagimu orang-orang yang benar (dalam keuzurannya) dan sebelum kamu ketahui orang-orang yang berdusta?
Perintah taubat dan berjihad

(66:7)

Hai orang-orang kafir, janganlah kamu mengemukakan uzur pada hari ini. Sesungguhnya kamu hanya diberi balasan menurut apa yang kamu kerjakan.

(66:8)

Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang mu'min yang bersama dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: "Ya Rabb kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu."

(66:9)

Hai Nabi, perangilah orang-orang kafir dan orang-orang munafik dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka adalah jahannam dan itu adalah seburuk-buruknya tempat kembali.

Pahala orang-orang yang mati syahid

(3:169)

Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup [248] disisi Tuhannya dengan mendapat rezki.

(3:170)

Mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikan-Nya kepada mereka, dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka [249], bahwa tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

(3:171)

Mereka bergirang hati dengan nikmat dan karunia yang yang besar dari Allah, dan bahwa Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang beriman.

(3:172)

(Yaitu) orang-orang yang menta'ati perintah Allah dan Rasul-Nya sesudah mereka mendapat luka (dalam peperangan Uhud). Bagi orang-orang yang berbuat kebaikan diantara mereka dan yang bertakwa ada pahala yang besar.

(3:173)

(Yaitu) orang-orang (yang menta'ati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan: "Sesungguhnya manusia [250] telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka", maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: "Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung".

(3:174)

Maka mereka kembali dengan ni'mat dan karunia (yang besar) dari Allah, mereka tidak mendapat bencana apa-apa, mereka mengikuti keridhaan Allah. Dan Allah mempunyai karunia yang besar [251].

(3:175)

Sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah syaitan yang menakut-nakuti (kamu) dengan kawan-kawannya (orang-orang musyrik Quraisy), karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepadaKu, jika kamu benar-benar orang yang beriman.

Ancaman terhadap orang-orang munafik dan orang-orang murtad

(47:20)

Dan orang-orang yang beriman berkata: "Mengapa tiada diturunkan suatu surat?" Maka apabila diturunkan suatu surat [1393] yang jelas maksudnya dan disebutkan di dalamnya (perintah) perang, kamu lihat orang-orang yang ada penyakit di dalam hatinya memandang kepadamu seperti pandangan orang yang pingsan karena takut mati, dan kecelakaanlah bagi mereka.

(47:21)

Ta'at dan mengucapkan perkataan yang baik (adalah lebih baik bagi mereka). Apabila telah tetap perintah perang (mereka tidak menyukainya). Tetapi jikalau mereka benar (imannya) terhadap Allah, niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka.

(47:22)

Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan?

(47:23)

Mereka itulah orang-orang yang dila'nati Allah dan ditulikan-Nya telinga mereka dan dibutakan-Nya penglihatan mereka.

(47:24)

Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quraan ataukah hati mereka terkunci?

(47:25)

Sesungguhnya orang-orang yang kembali ke belakang (kepada kekafiran) sesudah petunjuk itu jelas bagi mereka, syaitan telah menjadikan mereka mudah (berbuat dosa) dan memanjangkan angan-angan mereka.

(47:26)

Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka (orang-orang munafik) itu berkata kepada orang-orang yang benci kepada apa yang diturunkan Allah (orang-orang Yahudi): "Kami akan mematuhi kamu dalam beberapa urusan", sedang Allah mengetahui rahasia mereka.

(47:27)

Bagaimanakah (keadaan mereka) apabila malaikat mencabut nyawa mereka seraya memukul-mukul muka mereka dan punggung mereka?

(47:28)

Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka mengikuti apa yang menimbulkan kemurkaan Allah dan karena mereka membenci keridhaan-Nya, sebab itu Allah menghapus (pahala) amal-amal mereka.

(47:29)

Atau apakah orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya mengira bahwa Allah tidak akan menampakkan kedengkian mereka ?

(47:30)

Dan kalau Kami kehendaki, niscaya Kami tunjukkan mereka kepadamu sehingga kamu benar-benar dapat mengenal mereka dengan tanda-tandanya. Dan kamu benar-benar akan mengenal mereka dari kiasan-kiasan perkataan mereka dan Allah mengetahui perbuatan-perbuatan kamu.

(47:31)

Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kamu, dan agar Kami menyatakan (baik buruknya) hal ihwalmu.

(47:32)

Sesungguhnya orang-orang kafir dan (yang) menghalangi manusia dari jalan Allah serta memusuhi Rasul setelah petunjuk itu jelas bagi mereka, mereka tidak dapat memberi mudharat kepada Allah sedikitpun. Dan Allah akan menghapuskan (pahala) amal-amal mereka.

(47:33)

Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul dan janganlah kamu merusakkan (pahala) amal-amalmu.

(47:34)

Sesungguhnya orang-orang kafir dan (yang) menghalangi manusia dari jalan Allah kemudian mereka mati dalam keadaan kafir, maka sekali-kali Allah tidak akan memberi ampun kepada mereka.

(47:35)

Janganlah kamu lemah dan minta damai padahal kamulah yang di atas dan Allah pun bersamamu dan Dia sekali-kali tidak akan mengurangi pahala amal-amalmu.

(47:36)

Sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan dan senda gurau. Dan jika kamu beriman dan bertakwa, Allah akan memberikan pahala keppadamu dan Dia tidak akan memint harta-hartamu.

(47:37)

Jika Dia meminta harta kepadamu lalu mendesak kamu (supaya memberikan semuanya) niscaya kamu akan kikir dan Dia akan menampakkan kedengkianmu.

(47:38)

Ingatlah, kamu ini orang-orang yang diajak untuk menafkahkan (hartamu) pada jalan Allah. Maka di antara kamu ada yang kikir, dan siapa yang kikir sesungguhnya dia hanyalah kikir terhadap dirinya sendiri. Dan Allah-lah yang Maha Kaya sedangkan kamulah orang-orang yang berkehendak (kepada-Nya); dan jika kamu berpaling niscaya Dia akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain; dan mereka tidak akan seperti kamu ini.

Menanamkan jiwa berkorban dan berjihad

(3:156)

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu seperti orang-orang kafir (orang-orang munafik) itu, yang mengatakan kepada saudara-saudara mereka apabila mereka mengadakan perjalanan di muka bumi atau mereka berperang: "Kalau mereka tetap bersama-sama kita tentulah mereka tidak mati dan tidak dibunuh." Akibat (dari perkataan dan keyakinan mereka) yang demikian itu, Allah menimbulkan rasa penyesalan yang sangat di dalam hati mereka. Allah menghidupkan dan mematikan. Dan Allah melihat apa yang kamu kerjakan.

(3:157)

Dan sungguh kalau kamu gugur di jalan Allah atau meninggal [245], tentulah ampunan Allah dan rahmat-Nya lebih baik (bagimu) dari harta rampasan yang mereka kumpulkan.

(3:158)

Dan sungguh jika kamu meninggal atau gugur, tentulah kepada Allah saja kamu dikumpulkan.

Membangkitkan kembali orang-orang yang sudah mati

(2:258)

Apakah kamu tidak memperhatikan orang [163] yang mendebat Ibrahim tentang Tuhannya (Allah) karena Allah telah memberikan kepada orang itu pemerintahan (kekuasaan). Ketika Ibrahim mengatakan: "Tuhanku ialah Yang menghidupkan dan mematikan," orang itu berkata: "Saya dapat menghidupkan dan mematikan [164])." Ibrahim berkata: "Sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah dia dari barat," lalu terdiamlah orang kafir itu; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.

(2:259)

Atau apakah (kamu tidak memperhatikan) orang yang melalui suatu negeri yang (temboknya) telah roboh menutupi atapnya. Dia berkata: "Bagaimana Allah menghidupkan kembali negeri ini setelah hancur?" Maka Allah mematikan orang itu seratus tahun, kemudian menghidupkannya kembali. Allah bertanya: "Berapakah lamanya kamu tinggal di sini?" Ia menjawab: "Saya tinggal di sini sehari atau setengah hari." Allah berfirman: "Sebenarnya kamu telah tinggal di sini seratus tahun lamanya; lihatlah kepada makanan dan minumanmu yang belum lagi berubah; dan lihatlah kepada keledai kamu (yang telah menjadi tulang belulang); Kami akan menjadikan kamu tanda kekuasaan Kami bagi manusia; dan lihatlah kepada tulang belulang keledai itu, kemudian Kami menyusunnya kembali, kemudian Kami membalutnya dengan daging." Maka tatkala telah nyata kepadanya (bagaimana Allah menghidupkan yang telah mati) diapun berkata: "Saya yakin bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu."

(2:260)

Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata: "Ya Tuhanku, perlihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan orang-orang mati." Allah berfirman: "Belum yakinkah kamu ?" Ibrahim menjawab: "Aku telah meyakinkannya, akan tetapi agar hatiku tetap mantap (dengan imanku) Allah berfirman: "(Kalau demikian) ambillah empat ekor burung, lalu cincanglah [165] semuanya olehmu. (Allah berfirman): "Lalu letakkan diatas tiap-tiap satu bukit satu bagian dari bagian-bagian itu, kemudian panggillah mereka, niscaya mereka datang kepadamu dengan segera." Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Perbedaan sifat-sifat orang kafir dan sifat-sifat orang mukmin

(11:5)

Ingatlah, sesungguhnya (orang munafik itu) memalingkan dada mereka untuk menyembunyikan diri daripadanya (Muhammad) [708]. Ingatlah, di waktu mereka menyelimuti dirinya dengan kain, Allah mengetahui apa yang mereka sembunyikan dan apa yang mereka lahirkan, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala isi hati.

Perbedaan sifat-sifat orang kafir dan sifat-sifat orang mukmin

(11:6)

Dan tidak ada suatu binatang melata [709] pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya [710]. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh).

(11:7)

Dan Dia-lah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, dan adalah singgasana-Nya (sebelum itu) di atas air, agar Dia menguji siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya [711], dan jika kamu berkata (kepada penduduk Mekah): "Sesungguhnya kamu akan dibangkitkan sesudah mati", niscaya orang-orang yang kafir itu akan berkata: "Ini [712] tidak lain hanyalah sihir yang nyata".

(11:8)

Dan sesungguhnya jika Kami undurkan azab dari mereka sampai kepada suatu waktu yang ditentukan. niscaya mereka akan berkata: "Apakah yang menghalanginya?" lngatlah, diwaktu azab itu datang kepada mereka tidaklah dapat dipalingkan dari mereka dan mereka diliputi oleh azab yang dahulunya mereka selalu memperolok-olokkannya.

(11:9)

Dan jika Kami rasakan kepada manusia suatu rahmat (nikmat) dari Kami, kemudian rahmat itu Kami cabut daripadanya, pastilah dia menjadi putus asa lagi tidak berterima kasih.

(11:10)

Dan jika Kami rasakan kepadanya kebahagiaan sesudah bencana yang menimpanya, niscaya dia akan berkata: "Telah hilang bencana-bencana itu daripadaku"; sesungguhnya dia sangat gembira lagi bangga,

(11:11)

kecuali orang-orang yang sabar (terhadap bencana), dan mengerjakan amal-amal saleh; mereka itu beroleh ampunan dan pahala yang besar.

Rahmat Allah kepada kaum Muslimin dalam peperangan Badar

(8:42)

(Yaitu di hari) ketika kamu berada di pinggir lembah yang dekat dan mereka berada di pinggir lembah yang jauh sedang kafilah itu berada di bawah kamu [617]. Sekiranya kamu mengadakan persetujuan (untuk menentukan hari pertempuran), pastilah kamu tidak sependapat dalam menentukan hari pertempuran itu, akan tetapi (Allah mempertemukan dua pasukan itu) agar Dia melakukan suatu urusan yang mesti dilaksanakan [618], yaitu agar orang yang binasa itu binasanya dengan keterangan yang nyata dan agar orang yang hidup itu hidupnya dengan keterangan yang nyata (pula) [619]. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui,

(8:43)

(yaitu) ketika Allah menampakkan mereka kepadamu di dalam mimpimu (berjumlah) sedikit. Dan sekiranya Allah memperlihatkan mereka kepada kamu (berjumlah) banyak tentu saja kamu menjadi gentar dan tentu saja kamu akan berbantah-bantahan dalam urusan itu, akan tetapi Allah telah menyelamatkan kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala isi hati.

(8:44)

Dan ketika Allah menampakkan mereka kepada kamu sekalian, ketika kamu berjumpa dengan mereka berjumlah sedikit pada penglihatan matamu dan kamu ditampakkan-Nya berjumlah sedikit pada penglihatan mata mereka, karena Allah hendak melakukan suatu urusan yang mesti dilaksanakan. Dan hanyalah kepada Allahlah dikembalikan segala urusan.


SEMUA PERBUATAN MANUSIA DICATAT
OLEH MALAIKAT DAN AKAN MENDAPAT BALASAN YANG SEIMBANG

(82:10)

Padahal sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu),

(82:11)

yang mulia (di sisi Allah) dan mencatat (pekerjaan-pekerjaanmu itu),

(82:12)

mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan.

(82:13)

Sesungguhnya orang-orang yang banyak berbakti benar-benar berada dalam syurga yang penuh keni'matan,

(82:14)

dan sesungguhnya orang-orang yang durhaka benar-benar berada dalam neraka.

(82:15)

Mereka masuk ke dalamnya pada hari pembalasan.

(82:16)

Dan mereka sekali-kali tidak dapat keluar dari neraka itu.

(82:17)

Tahukah kamu apakah hari pembalasan itu?

(82:18)

Sekali lagi, tahukah kamu apakah hari pembalasan itu?

(82:19)

(Yaitu) hari (ketika) seseorang tidak berdaya sedikitpun untuk menolong orang lain. Dan segala urusan pada hari itu dalam kekuasaan Allah.


SIFAT-SIFAT HAMBA ALLAH YANG MENDAPAT KEMULIAAN

(25:63)

Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan.

(25:64)

Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka [1073].


(25:65)

Dan orang-orang yang berkata: "Ya Tuhan kami, jauhkan azab jahannam dari kami, sesungguhnya azabnya itu adalah kebinasaan yang kekal".

(25:66)

Sesungguhnya jahannam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman.

(25:67)

Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian.

(25:68)

Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya),

(25:69)

(yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina,

(25:70)

kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

(25:71)

Dan orang-orang yang bertaubat dan mengerjakan amal saleh, maka sesungguhnya dia bertaubat kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya.

(25:72)

Dan orang-orang yang tidak memberikan persaksian palsu, dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka lalui (saja) dengan menjaga kehormatan dirinya.

(25:73)

Dan orang-orang yang apabila diberi peringatan dengan ayat-ayat Tuhan mereka, mereka tidaklah menghadapinya sebagai orang-orang yang tuli dan buta.

(25:74)

Dan orang orang yang berkata: "Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.

(25:75)

Mereka itulah orang yang dibalasi dengan martabat yang tinggi (dalam syurga) karena kesabaran mereka dan mereka disambut dengan penghormatan dan ucapan selamat di dalamnya,

(25:76)

mereka kekal di dalamnya. Syurga itu sebaik-baik tempat menetap dan tempat kediaman.

(25:77)

Katakanlah (kepada orang-orang musyrik): "Tuhanku tidak mengindahkan kamu, melainkan kalau ada ibadatmu. (Tetapi bagaimana kamu beribadat kepada-Nya), padahal kamu sungguh telah mendustakan-Nya? karena itu kelak (azab) pasti (menimpamu)".

Uzur-uzur yang dibenarkan syara' untuk tidak berjihad

(9:91)

Tiada dosa (lantaran tidak pergi berjihad) atas orang-orang yang lemah, orang-orang yang sakit dan atas orang-orang yang tidak memperoleh apa yang akan mereka nafkahkan, apabila mereka berlaku ikhlas kepada Allah dan Rasul-Nya. Tidak ada jalan sedikitpun untuk menyalahkan orang-orang yang berbuat baik. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,

(9:92)

dan tiada (pula) berdosa atas orang-orang yang apabila mereka datang kepadamu, supaya kamu memberi mereka kendaraan, lalu kamu berkata: "Aku tidak memperoleh kendaraan untuk membawamu." Lalu mereka kembali, sedang mata mereka bercucuran air mata karena kesedihan, lantaran mereka tidak memperoleh apa yang akan mereka nafkahkan [654]

(9:93)

Sesungguhnya jalan (untuk menyalahkan) hanyalah terhadap orang-orang yang meminta izin kepadamu, padahal mereka itu orang-orang kaya. Mereka rela berada bersama orang-orang yang tidak ikut berperang dan Allah telah mengunci mati hati mereka, maka mereka tidak mengetahui (akibat perbuatan mereka).

Uzur-uzur yang dibenarkan syara' untuk tidak berjihad

(9:94)

Mereka (orang-orang munafik) mengemukakan 'uzurnya kepadamu, apabila kamu telah kembali kepada mereka (dari medan perang). Katakanlah: "Janganlah kamu mengemukakan 'uzur; kami tidak percaya lagi kepadamu, (karena) sesungguhnya Allah telah memberitahukan kepada kami beritamu yang sebenarnya. Dan Allah serta Rasul-Nya akan melihat pekerjaanmu, kemudian kamu dikembalikan kepada Yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia memberitahukan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.

(9:95)

Kelak mereka akan bersumpah kepadamu dengan nama Allah, apabila kamu kembali kepada mereka, supaya kamu berpaling dari mereka [655]. Maka berpalinglah dari mereka; karena sesungguhnya mereka itu adalah najis dan tempat mereka jahannam; sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan.

(9:96)

Mereka akan bersumpah kepadamu, agar kamu ridha kepada mereka. Tetapi jika sekiranya kamu ridha kepada mereka, sesungguhnya Allah tidak ridha kepada orang-orang yang fasik itu.

(9:97)

Orang-orang Arab Badwi itu [656], lebih sangat kekafiran dan kemunafikannya, dan lebih wajar tidak mengetahui hukum-hukum yang diturunkan Allah kepada Rasul-Nya. Dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana.

(9:98)

Di antara orang-orang Arab Badwi itu ada orang yang memandang apa yang dinafkahkannya (di jalan Allah), sebagi suatu kerugian, dan dia menanti-nanti marabahaya menimpamu, merekalah yang akan ditimpa marabahaya. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

(9:99)

Di antara orang-orang Arab Badwi itu ada orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, dan memandang apa yang dinafkahkannya (di jalan Allah) itu, sebagai jalan untuk mendekatkannya kepada Allah dan sebagai jalan untuk memperoleh do'a Rasul. Ketahuilah, sesungguhnya nafkah itu adalah suatu jalan bagi mereka untuk mendekatkan diri (kepada Allah). Kelak Allah akan memasukan mereka kedalam rahmat (surga)Nya; Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

(9:100)

Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar.

(9:101)

Di antara orang-orang Arab Badwi yang di sekelilingmu [657] itu, ada orang-orang munafik; dan (juga) di antara penduduk Madinah. Mereka keterlaluan dalam kemunafikannya. Kamu (Muhammad) tidak mengetahui mereka, (tetapi) Kamilah yang mengetahui mereka. Nanti mereka akan Kami siksa dua kali kemudian mereka akan dikembalikan kepada azab yang besar.

(9:102)

Dan (ada pula) orang-orang lain yang mengakui dosa-dosa mereka, mereka mencampurbaurkan pekerjaan yang baik dengan pekerjaan lain yang buruk. Mudah-mudahan Allah menerima taubat mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi maha Penyayang.

Wasiat

(2:180)

Diwajibkan atas kamu, apabila seorang di antara kamu kedatangan (tanda-tanda) maut, jika ia meninggalkan harta yang banyak, berwasiat untuk ibu-bapak dan karib kerabatnya secara ma'ruf [112], (ini adalah) kewajiban atas orang-orang yang bertakwa.

(2:181)

Maka barangsiapa yang mengubah wasiat itu, setelah ia mendengarnya, maka sesungguhnya dosanya adalah bagi orang-orang yang mengubahnya. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

(2:182)

(Akan tetapi) barangsiapa khawatir terhadap orang yang berwasiat itu, berlaku berat sebelah atau berbuat dosa, lalu ia mendamaikan [113] antara mereka, maka tidaklah ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Readmore »»

Direct Action II

Diposting oleh Divan Semesta On 23.00 0 komentar

(sambungan direct action 2)

MEMBACA tulisan direct action karangan Divan Semesta memang membuat jiwa muda ini terprovokasi. Ia pandai betul mengaduk-aduk emosi pembaca. Jika ia mau, ia bisa menandingi Romi Rafael. Kalimat demi kalimat yang ia tata sudah seperti pendulum besi yang bergerak ke kanan dan ke kiri untuk menghipnotis pembaca. Mengingat dahulu ia adalah penggemar berat Nietsczhe, tak aneh jika tulisan-tulisannya itu mirip seperti palu raksasa yang siap meluluh-lantakkan kesadaran pembaca. Saya tidak bermaksud membesar-besarkan Divan Semesta. Namun, memang seperti inilah kiranya yang sering saya rasakan ketika membaca sebagian besar tulisan-tulisan beliau. Saya terhasut. Saya terhanyut.

Namun, sekarang saya sudah tahu di mana saya mesti terhanyut, dan di mana saya mesti memegang akar-akar pohon pemikiran saya sendiri, untuk kemudian menepi, bangkit berdiri, dan berteriak lantang kepada beliau: “Woi, Divan Semesta! Kali ini aku nggak mau terhanyut oleh derasnya arus celotehan igauanmu! Aku ingin membuktikan kepada kamu, bahwa meskipun kadang masih suka sedikit goyah, aku masih bisa bertahan dan berdiri tegap dengan kepala menantang!”


Saya memang sepakat dengan definisi direct action yang Divan Semesta paparkan. Direct Action memang seperti itu. Direct Action atawa aksi langsung adalah sebuah bentuk kontrol diri yang tidak perlu memusingkan segala macam bentuk hirarki. Saya punya kepala, saya punya tangan, saya punya kaki, dan saya punya kuasa terhadap tubuh saya sendiri atas apa yang akan saya lakukan nanti. Peraturan daerah tidak mengerti tentang saya. Undang-Undang Dasar Seribu Sembilan Ratus Empat Puluh Lima tidak akan pernah paham atas apa-apa saja yang terjadi di dalam diri saya. Begitu pula dengan pemerintah daerah mau pun pemerintah kota, pokoknya segala macam bentuk regulator yang ada di muka bumi, tidak akan pernah berhasil mengerti tentang saya. Itu sebabnya saya butuh direct action. Saya butuh aksi langsung untuk memenuhi segala keinginan saya yang tidak pernah terpenuhi oleh undang-undang peraturan mana pun. Inilah anarki! Inilah DIY (do it your self)! Inilah direct action!

Direct action sudah ada semenjak Adam dan Hawa masih bersemayam di surga. Tindakan Adam mengunyah buah khuldi yang kemudian berhasil membuatnya terjerumus ke bumi adalah direct action paling purba yang pernah tercatat di dalam lembaran sejarah.

Namun, setelah membaca Direct Action karangan Divan Semesta, saya merasa sepertinya Divan Semesta telah menyempitkan makna Direct Action. Ia memaparkan direct action hanya dalam kerangka pembangkangan saja. Contoh-contoh direct action yang ia tuliskan hanya berkutat di situ-situ saja: menusuk tulang iga seseorang yang telah menyodominya, melempar kaca mobil balap yang knalpotnya sungguh-sungguh sialan di gendang telinga, mencorat-coret poster wajah caleg, menempeli tembok-tembok rumah tim sukses salah satu partai dengan segala macam bentuk slogan, dan lain semacamnya. Sehingga direct action yang ia tuliskan itu seperti terjebak dalam lingkaran: aksi balas dendam. Sedangkan, bagi saya, direct action bukanlah melulu tindakan balas dendam. Meski pun balas dendam memang bisa juga di katakan sebagai direct action, tapi tidak hanya sebatas itu.

Direct action bukanlah tindakan yang rumit. Tidak perlu mengaduk-aduk adrenalin untuk melakukannya. Yang diperlukan hanyalah kesadaran dan kesiapan untuk menerima konsekuensi. Direct action adalah pilihanmu. Apa yang kamu inginkan adalah hak kamu, apa yang kamu dapatkan adalah konsekuensi kamu.

Contoh direct action tidak perlu jauh-jauh. Membantu seorang pengemis buta menyeberang jalan, sebab kamu tahu kalau meminta bantuan ke polisi “si pengayom rakyat” akan sangat membuang-buang waktu. Itulah direct action. Membuang sampah pada tempatnya. Mengantarkan ibu kamu berpergian ke rumah saudara. Mengulurkan tangan untuk membantu seseorang yang ingin naik kereta. Mempersilakan ibu-ibu untuk duduk di dalam bis kota yang penuh. Itulah direct action. Saya tak perlu memberikan contoh banyak-banyak, sebab saya tahu kalian adalah orang-orang pintar, yang hanya dengan diberi sedikit contoh saja pasti kalian sudah cepat sekali paham.

Begitulah. Di sini saya ingin memperluas makna direct action yang tidak dipaparkan oleh Divan Semesta. Direct action bukanlah aksi yang melulu berisikan api pembangkangan, melainkan tentang hubungan antar manusia yang romantis. Direct action tidak melulu mengampanyekan semangat balas dendam, tetapi juga mengajarkan kepada kita tentang sebuah tindakan sukarela tanpa perlu ada hasutan. Inilah direct action di mata saya. Direct action sederhana yang akan membuat kehidupan ini menjadi lebih indah dari biasanya.

Salam,
Tukangtidur
---------------

Readmore »»
| edit post

Muslim Rohingnya

Diposting oleh Divan Semesta On 23.59 0 komentar

TAHUN 2009 diawali berbagai berita menyedihkan bagi umat Islam. Bukan hanya di kawasan Gaza darah umat Islam mengucur, tetapi di kawasan kita, Asia Tenggara, darah umat Islam ‘kembali’ tercecer. Muslim Rohingya mengungsi ke Indonesia dengan kapal setelah mereka disiksa dan diusir tentara Thailand tanpa motor, tanpa layar, dan tanpa bekal. Mereka mengaku mengungsi karena dipaksa menjadi penganut Buddha, jika tidak jari mereka akan dipotong oleh rezim militer Myanmar. Kisah mereka semakin menyedihkan ketika berbagai media menyebut darah saudara sesama Muslim kita sebagai ‘manusia perahu dari Rohingya’ dan banyak dari generasi muda (bahkan generasi tua) Muslim di Indonesia yang belum mengenal mereka.

Perkenalkan: Muslim Rohingya

Membicarakan Muslim Rohingya tidak bisa dilepaskan dari aspek geostrategis tempat tinggal mereka, Arakan. Arakan, sebelumnya disebut Rohang, merupakan wilayah di bagian barat laut Myanmar dan berbatasan dengan Bangladesh (lihat peta). Bangsa Rohingya telah tinggal di Arakan sejak manusia mulai mengingat mereka. Mereka adalah rakyat dengan budaya dan peradaban khas dibandingkan etnis lain di Myanmar. Mereka merupakan keturunan campuran Bangsa Arab, Moor, Patani, Mongol, Bengali, dan Indo-Mongoloid. Hasilnya, kebanyakan dari mereka memiliki kulit gelap yang khas dan lebih mirip Muslim Bangladesh ketimbang suku Birma.

Sebagaimana dakwah Islam dibawa oleh para pedagang, maka Islam pasti akan mudah dijumpai di wilayah-wilayah strategis, sebagaimana sifat alami kedatangan para pedagang. Tidak heran jika Islam telah datang dan dipeluk warga Arakan semenjak abad ke-7 Masehi. Sama seperti masa kedatangan Islam ke wilayah strategis Malaka dan Palembang (Sriwijaya).

Wilayah Arakan ini ditinggali oleh dua etnis, Rakhine yang Buddha dan Rohingya yang Muslim. Dari jumlah penduduk Myanmar yang sekitar 50 juta, dan penganut Islam 8 juta (2006), sekitar 3,5juta dari mereka adalah Muslim Rohingya dari Arakan. Disebabkan penyiksaan melalui pembersihan etnis dan tindakan genosida terhadap Muslim Rohingya, sekitar 1,5 juta orang telah dipaksa untuk meninggalkan rumah dan hati mereka semenjak kemerdekaan Myanmar pada tahun 1948. Mereka kebanyakan mengungsi ke Bangladesh, Pakistan, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Malaysia, dan Thailand.


Sebagian besar Muslim Rohingya menggantungkan hidupnya kepada pertanian. Sebagian kecil saja dari mereka yang menjadi nelayan, pedagang, dan pebisnis. Ada juga yang menjadi seniman, pandai besi, dan pemahat. Oleh karena diskriminasi terhadap mereka, Muslim Rohingya menjadi tuna wisma. Sawah mereka dirampas oleh penghuni baru yang kebanyakan Buddha. Produk pertanian pun diberikan pajak yang tinggi, termasuk peternakan, seperti sapi, kambing, dan unggas. Mereka juga terpaksa menjadi buruh tani dengan bayaran yang sangat murah dan hidup di bawah garis kemiskinan.

Saat ini, jumlah pedagang dan pebisnis Rohingya benar-benar turun drastis. Mereka tidak diperbolehkan untuk menjalankan perdagangan dan bisnis dengan bebas. Kadangkala, mereka harus membagi bisnis mereka dengan golongan Buddha yang tidak berbagi peran maupun investasi. Rezim militer telah melarang Muslim Rohingya untuk membela hak-hak mereka atas pendidikan dan pekerjaan yang layak. Rezim militer bahkan telah berhenti melakukan perekrutan PNS dari kalangan Muslim Rohingya semenjak tahun 1970an. Tidak boleh ada prajurit Myanmar yang berasal dari kalangan Muslim Rohingya.


Muslim Rohingya adalah penganut Islam yang taat. Kebanyakan tetua Rohingya menumbuhkan dan merawat janggut dan para wanitanya mengenakan hijab. Semua rumah Muslim Rohingya dikelilingi oleh dinding bambu yang tinggi. Ada masjid dan madrasah di setiap desa. Lelaki muslim mengerjakan sholat di masjid berjamaah sedangkan yang wanita sholat di rumah. Ikatan sosial / ukhuwah yang melembaga di antara Muslim Rohingya dikenal dengan sebutan Samaj. Semua aktivitas sosial seperti pembagian daging kurban, membantu orang miskin, janda, anak yatim, dan orang yang membutuhkan pertolongan, serta fungsi pernikahan dan penguburan diemban oleh Samaj. Ulama juga memainkan peranan penting dalam masyarakat, terutama terkait hukum privat, seperti urusan keluarga. Sayangnya, sekarang Muslim Rohingya terdesak oleh tekanan budaya Buddha. Menurut junta militer, Muslim Rohingya harus mengadopsi pemikiran ras dan budaya Birma serta Buddha.

Awal Kisah Tragis Muslim Rohingya

Selama Perang Dunia II, pasukan Jepang menginvasi Myanmar, lalu wilayah ini berada di bawah kekuasaan kolonial Inggris dan menyebutnya sebagai Birma. Pasukan Inggris mundur dan memunculkan vacuum of power yang menciptakan kekerasan komunal. Termasuk kekerasan di antara warga desa Buddha Rakhine dan Muslim Rohingya. Pada tanggal 28 Maret 1942, sekitara 100.000 Muslim Rohingya (hampir separuh dari populasi Muslim Rohingya pada waktu itu) dibunuh oleh orang-orang Buddha Rakhine.

Pada masa junta militer, Muslim Rohingya dipaksa untuk meninggalkan nama-nama Islam dan menggunakan nama-nama Birma. Setiap bangunan yang mengesankan simbol Islam diratakan dengan tanah. Ratusan masjid telah diledakkan. Pembangunan masjid baru atau renovasi masjid juga dilarang. Pagoda, biara, dan kuil Buddha didirikan di setiap sudut dan sela-sela tanah Muslim Rohingya. Pelajar muslim dicuciotaknya di sekolah-sekolah di mana ajaran-ajaran anti-Islam dijejalkan kepada mereka. Islam dan budaya Islam selalu digambarkan dengan cara-cara yang memalukan, menghinakan, merendahkan, dan menyimpang.

Sebelum junta militer merebut wilayah Rohingya pada tahun 1962, Muslim Rohingya tak kalah maju dengan komunitas Buddha di Arakan. Hanya karena kemiskinan, diskriminasi dan penyiksaan terus-menerus atas diri mereka, jumlah pelajar Rohingya turun drastis. Mereka dipersulit untuk dapat mengikuti pendidikan tinggi di kampus dan universitas. Larangan-larangan bagi Muslim Rohingya telah diberlakukan untuk mencegah mereka mendapatkan karir profesional karena mereka dipertanyakan kewarganegaraannya.

Sebelum tahun 1962, komunitas Rohingya telah diakui sebagai etnis nasional endogen Birma. Mereka memiliki perwakilan di Parlemen Birma, dan beberapa di antaranya telah ditunjuk sebagai menteri dan sekretaris parlemen. Pada masa pemerintahan Presiden U Nu, Sultan Mahmood yang merupakan hartawan dan orang berpengaruh Rohingya menjabat sebagai Sekretaris Politik, lalu menduduki jabatan Menteri Kesehatan. Anggota kabinet lainnya adalah Abdul Bashar, Zohora Begum, Abul Khair, Abdus Sobhan, Abdul Bashar, Rashid Ahmed, dan Nasiruddin (U Pho Khine). Beberapa tokoh seperti Sultan Ahmed dan Abdul Gaffat menjadi sekretaris parlemen.

Setelah rezim militer berkuasa, mereka telah menghilangkan hak politik Muslim Rohingya secara sistematis. Dengan diundangkannya UU Kewarganegaraan tahun 1982 mereka disebut sebagai warga ‘non-kebangsaan’ atau ‘warga asing.’ Muslim Rohingya pun resmi dideklarasikan sebagai warga yang pantas ‘dimusnahkan.’

Rezim junta militer mempraktekkan dua kebijakan de-Islamisasi di Myanmar: pemusnahan fisik melalui genosida dan pembersihan etnis Muslim Rohingya di Arakan, serta asimilasi budaya bagi umat Islam yang tinggal di bagian lain Myanmar. Tujuan utama mereka adalah merubah wilayah strategis Arakan (lihat peta) yang didominasi Muslim menjadi didominasi kalangan Buddha dengan merubah konstelasi demografis Arakan. Bahkan kini nama Arakan diubah pemerintah menjadi Rakhine, nama khas Buddha.



Di Arakan, banyak Muslim Rohingya yang ditahan dengan cara sewenang-wenang, disiksa, dieksekusi dengan cepat, dan dibunuh. Muslim Rohingya dipaksa menjadi buruh (baca: budak) pagi-siang-malam. Sawah-sawah dirampas dan rumah mereka diakuisisi warga baru Buddha. Masjid dan madrasah diledakkan lalu diganti dengan pembangunan pagoda dan kuil Buddha. Junta berharap agar dapat merubah lansekap Arakan.

Muslimah Rohingya diperkosa dan tidak diperlakukan dengan hormat. Mereka dipaksa untuk menikah dengan pria-pria Buddha, dilarang mengenakan hijab, dipaksa mengenakan alat kontrasepsi, dan dilarang menikah dengan sesama Muslim Rohingya.

Muslim Rohingya juga dilarang bepergian dari satu desa ke desa lain meski dalam satu kecamatan, baik itu untuk urusan kemasyarakatan, keagamaan, perdagangan, maupun bisnis.

Sekarang Bagaimana?

Hasilnya dari kebijakan anti-Islam ini adalah pengungsian Muslim Rohingya ke negara-negara tetangga. Banyak negara yang kini menolak menyebut saudara kita, para pengungsi Muslim Rohingya, sebagai pengungsi yang mencari suaka. Di negeri non-Muslim seperti Thailand mereka disiksa dan diusir oleh tentaranya. Di negeri Muslim seperti Bangladesh, mereka tidak dibantu sepenuhnya. Bahkan sama seperti Thailand, Indonesia menyebut mereka sebagai pengungsi ekonomi.

Meski tidak ada banyak rilis yang kita dapatkan di media massa mengenai kejahatan kemanusiaan di Myanmar, pengungsian besar-besaran hingga mencapai jumlah 1,5 juta orang adalah bukti bagi kejahatan sistematis rezim militer Myanmar. Bukankah jika Muslim Rohingya tidak diperlakukan dengan demikian keras dan sistematis, mereka tidak akan perlu untuk mengungsi!


Indonesia sebagai mantan god-father Asia Tenggara berusaha menjembatani masalah ‘manusia perahu Rohingya’ melalui Bali Process. Myanmar diharapkan “menghentikan atau mengurangi alasan yang menyebabkan terjadinya arus pengungsi ke negara lain.” Artinya, masalah ini dikembalikan kepada rezim junta militer Myanmar dan Muslim Rohingya. Sementara itu apa yang bisa digunakan oleh negara-negara lain, termasuk Indonesia, untuk mendesak (me-reward dan mem-punish) junta Myanmar dalam Bali Process? Hal ini belum terlihat. Seakan-akan semua negara berlepas tangan terhadap masalah Muslim Rohingya.

Lalu dimanakah solidaritas Indonesia yang memiliki penduduk Muslim terbesar di dunia terhadap Muslim Rohingya? Apakah APBN Indonesia akan terbebani jika membantu mengentas derajat Muslim Rohingya di negeri ini? Sementara anggaran negara kita banyak dihamburkan untuk akal-akalan stimulus ekonomi yang dirampas oleh pengusaha dan birokrat bejat? Sementara negara kita bisa memberikan hibah sebesar 1 juta US Dollar kepada Australia untuk rehabilitasi pasca kebakaran?

Tidak heran jika kini banyak Muslim yang menginginkan solidaritas Islam dipertegas dalam payung negara yang berlandaskan Qur’an dan Sunnah Rasulullah saw., Khilafah!

[Rizki S. Saputro]

Readmore »»
| edit post

Direct Action

Diposting oleh Divan Semesta On 22.33 0 komentar

Di bawah ini adalah merupakan sedikit perbincangan mengenai direct action. Tulisan ini diawali dari sebuah pertanyaan yang sebenarnya merupakan statement. Seiring waktu tulisan berbentuk pertanyaan dan statement ini akan terus dikembangkan.

“Ah, mau Robin Hood atau Onto Hood, mencuri tetap saja mencuri. Jangan sok sokan make term-term sok-sokan gaya gitu deh.”

Sinis sekali? Itu bukan pertanyaan ya? Itu statement yang butuh tanggapan. Seharusnya kamu tidak memarahi korban (orang yang dicuri haknya). Kamu seharusnya menyalahkan orang yang merampas hak orang di awal. Lagipula, kami tidak mengetahui kesamaan antara Robin Hood dengan direct action yang kami maksudkan. Kalau kedepannya pengembangan direct action kearah sana (kegiatan Robin Hood), kami tak tahu.


Tapi (perkembangan) itu kan baru kemungkinan. Untuk sementara ini direct action dalam kaitannya pengembalian hak adalah upaya pencurian dengan materi atau tindakan yang setimpal. Pencurian dalam tanda kutip tentunya. Dan ini pun masih memerlukan break down lagi, karna pasti akan ada pertanyaan teknis, seperti “kalau aku disodomi apakah direct action sebagai upaya menuntut pengembalian hak adalah menyodom orang yang pernah menyodomku?” Tentu tidak seperti itu. dalam Islam yang kami percaya, hukum memperkosa, menyodom adalah dibunuh. Maka, jika kamu memiliki kesempatan untuk membunuh orang itu, ya bunuh saja. Kalau kamu tidak berani membunuh ya sabet saja pinggangnya, atau tusuk di tulang iganya! Kalau kamu tidak berani menusuk, beraninya memukul pakai kunci inggris dari belakang, pukul saja! kalau kamu tidak berani melakukannya. Yah, minta orang lain untuk melakukan itu. kalau kamu tidak bisa juga menggunakan orang lain, apa kamu harus sabar saja? ini yang salah kaprah. Setahu kami sabar menurut Ali bin Abi Thalib adalah menahan amarah ketika seseorang benar-benar mampu menimpakan ‘bala’, kalau kamu benar-benar berkuasa melakukan hal yang lebih dari setimpal. Artinya kalau kamu tidak bisa melakukan sesuatu maka itu bukan bersabar namanya. Tapi putus asa yang diselimuti justifikasi kesabaran.
“Intinya apa?”

Intinya, salah satu konsep direct action adalah upaya mengembalikan hak kamu yang dirampas, dan ini bisa diluaskan kemana-mana tidak hanya masalah disodom atau diperkosa saja. By the way, emang kamu pernah disodom?

“Jangan gitu ah. Saya tidak mau membuka masa lalu saya.”\

Oh, jadi memang benar kamu pernah di Sodom?

“Sudahlah! Anggap itu sebagai perumpamaan. Kita lanjut ke focus tanya jawab yang utama ok?”

Silahkan.

“Jadi tidak cuma problem selangkangan?”

Lha, ngomong menyodom dan disodom nggak boleh. Lha ini ngomong selangkangan? Ya, ya, tapi pertanyaanmu, kami tangkap. Kami cukup pintar untuk memahami. Tentu saja. Ide direct action ini bukan ideology selangkangan seperti yang diperjuangkan Hudan Hidayat atau Jenar Maesa cs. Ide ini adalah ide yang bisa di terapkan di lingkungan manapun. Misalnya dalam lingkup pekerjaan: kalau kamu merupakan pekerja kemudian gaji kamu tidak dibayar padahal kamu tahu perusahannmu memiliki kemampuan untuk membayarmu, maka kamu bisa mengambil property perusahaan yang harganya setimpal dengan gaji kamu. Itu baru satu contoh. Lainnya, jika kamu tinggal di dekat jalan raya. Dan pada hari minggu anak-anak gaul slalom tes liar di jalan raya tempat kamu tinggal padahal kamu memerlukan ketenangan istirahat, maka bilang saja supaya mereka tidak membuat onar. Kalau ternyata mereka masih mengganggu tidurmu dengan raungan knalpot sialan itu, lempar saja mobil mereka dengan batu! Direct action ini bisa dilakukan dimana saja: dalam lingkup sekolahan, kuliah, menjadi pegawai dalam sebuah perusahaan bahkan jika kau merupakan gelandangan.

Bagaimana mungkin gelandangan bisa maen internetan? Kalau itu pertanyaanmu Well kami tidak mendoakan, siapa tahu kamu yang mampu ini menjadi gelandangan. Tidak ada yang tahu kan? Artinya kalau diantara kita ada yang jadi gelandangan, kita masih bisa menerapkan direct action.

“Ok-oke. Sy mau dengan realita yang langsung kita hadapi nih. Bagaimana dengan direct action yang harus dilakukan dalam permasalahan Palestina dan Zionis Israel?”

Boikot produk jelas harus dilakukan. Jika kita tidak bisa menyumbangkan darah, memberi donasi uang, maka donasikanlah keinginanmu dengan memboikot produk yang mengukuhkan kedudukan zionis Israel.
Perbanyaklah kampanye boikot dan membajak software yang kontribusinya pada Israel sudah jelas. Lakukanlah direct action yang bisa kamu lakukan. Apa saja! Sekecil apapun pasti berguna bila dilakukan konsisten oleh kita! Dan ingat, sekecil apapun uang yang kita belanjakan akan menjadi kulminasi donasi yang bisa digunakan untuk membantai saudara-saudara kita di sana. Mulailah malu menghisap produk Philip Moris. Mulailah malu menenggak coca cola, mulailah merasa berdosa secara moral ketika kita mengigit paha ayam mc Donald. Mulailah!

“Oke-oke. Kembali lagi nih. Apa direct action itu hanya pengembalian hak?”

“Seperti yang kami bilang sebelumnya, pengembalian hak hanya salah satu direct action. Direct action juga merupakan strategi taktis untuk mengacaukan sebuah keyakinan. Dalam hal ini Ibrahim pernah mengacaukan keyakinan bapaknya dengan mengkapak berhala di altar pemujaan. Hal ini bisa kita korelasikan dengan lingkup pemilu misalnya, kamu bisa mengacaukan pemilu dengan bermodal uang yang setiap hari kamu pegang. Setiap uang yang nantinya dibelanjakan bisa kamu tulis, misalnya “Pemilu Waduk!” atau Pemilu = kencing kuda.” Atau lebih baik mabok dari pada memilih!” Nah, kata yang terakhir memang tidak kami sarankan, tapi kami tidak tahu tulisan ini bakal dibaca kaum pemabuk atau tidak. Atau kalau kamu masih belum mau berurusan dengan aparat negara dalam masalah pemilu, kamu bisa menuliskan ajakan, “ayo berlibur pada tanggal (tanggal dan bulan pemilu)” ayo papadangan, ayo arisan, ayo rujakan atau ziarah kubur! Kan bisa. Pokoknya gimana kreatifnya kamu saja.

“Apa cuma gitu aja?”
Oke. Kalau kamu belum puas, siapkan snowman. Tentu bukan manusia salju melainkan spidol. Kalau kamu muak, siapkan pula tinta yang banyak untuk mengokang spidol mu dengan tinta spidol yang baru kalau habis ditengah jalan. Untuk apa? Tentu untuk mengacaukan kesakralan pemilu.

Sejak dulu kita diberikan pemahaman bahwa pemilu adalah ajang perubahan. Melalui pemilulah kita akan diselamatkan lalu caleg-caleg mulai bersolek, yang wajahnya bopeng dimakeup atau di buat halus dalam photo menggunakan corel draw atau photo shop.

Sejak dahulu kita diberi kecap. Sekarang giliran kamu membalas dendam dengan menspidoli wajah calon peserta pemilu.

“Bukankah orang yang dulu beda dengan orang yang mencalonkan sekarang?”

Beda memang, tapi partai nya sama saja. Caleg adalah robotnya partai apalagi jika kamu tahu bahwa partai tersebut terang-terangan sudah kita ketahui track recordnya. Kumisi saja poster si calegnya. Yang sudah punya kumis kasih tahi lalat, yang lagi mangap giginya hitamin aja, rambutnya dibuat kuncir atau macam bezita dan Mohawk kaktus, atau dikasih rokok, apa saja silahkan dibuat kreatif, asal jangan caleg yang mangap kemudian kamu kasih gambar alat kelamin laki-laki. Itu parah namanya! Pada intinya kamu tentu sudah memahami apa yang kami tulis ini. Dan bukan hanya sekedar paham saja, sebab dalam sejarah untuk mengembangkan sebuat sivilisasi maka pemahaman harus disertakan dengan aksi.

Cobalah beraksi. Jangan jalan kaki. Bawa motor. Alasannya tentu sudah bisa kamu terka. Kalau jalan kaki kemungkinan kamu kepergok dan digebuki oleh pendukung sebuah partai akan lebih besar. Jangan pula membawa mobil karena mobil gampang dilempari. Sayang mobilmu. Apalagi jika itu mobil bapakmu. Naikilah motor. Mesin jangan dimatikan saat kamu beraksi. Kalau kamu dipergoki kamu tinggal loncat ke jok dan teman yang menemani aksi malammu itu tinggal langsung menekan gas.
Cobalah. Aksi yang kamu lakukan nantinya pasti mengasyikan. Bukan hanya dalam tataran niat saja keasyikannya tetapi manakala adrenalin kamu terpacu ketika menspidoli macam-macam poster …. Dan ketika keesokan harinya kamu liat kembali hasil karya kamu, maka dijamin kamu bakal ketagihan.

Vandalisme adalah candu. Dan kreativitas yang kamu buat entah malam kapan sejak tulisan ini dibuat akan membuatmu bangga.

“Yoi! Udahnya bisa kita bilang-bilang ke temen-temen supaya kita jadi terkenal!”

“Kami pikir mending diem-diem aja. Bukan! Bukan karena takut ditangkap. Tapi lebih dikarenakan supaya kamu tidak besar kepala. Kalau sudah besar kepala siapa yang bakal menjamin kamu dapat pahala?

“Lagi dong. Beri contoh direct action dalam masalah pemilu? Please…”

Hm bagaimana ya, begini saja. Kalau kamu merasa pagar rumahmu, rumah orang tua menjadi tidak artistic, tidak bersih, caur, gara-gara pamphlet pemilu, so kamu bisa membalas apa yang dilakukan panitia sukses partai-partai itu.
Cari di internet, siapa yang menjadi panitia sukses kampanye tahun ini (di kotamu). Lalu malam harinya kamu bisa balas menempeli pagar mereka dengan pamphlet atau potokopian gambar muka monyet, tokek atau bahkan muka kamu sendiri. Sip kan.

“Well oke-oke. Sy mulai serius nih. Kalian kan, sepertinya benar-benar tidak mau mengikuti pemilu? Bukankah menulis hal seprovokatif ini, mempropagandakannya, mengajak orang lain untuk tidak ikut pemilu akan menimbulkan tuduhan subversi? Kenapa tidak mempropagandakan dengan kalimat-kalimat bias. Dizaman dulu Abu Bakar pun pernah ditanya oleh musuhnya ketika hendak hijrah. “Siapa dia?” orang Mekah menunjuk Rasulullah. Dan Abu Bakar menjawab penunjuk jalan. Dalam pandangan si orang Mekah, penunjuk jalan berarti guide perjalanan. Padahal maksud Abu Bakar --pada sisi lain--- lebih dari itu. Intinya, bukankah kalian bisa mencari kata-kata yang bias, supaya tidak terkena delik? Atau kalian menganggap tindakan kalian ini sebagai sebuah bentuk heroisme yang berarti memisahkan orang yang tak melakukannya sebagai jerk atau pathetic muslim?”

Begini, segala sesuatu yang kita lakukan adalah pilihan dari beberapa atau banyak hal yang sampai kehadapan kita. Cara kami adalah pilihan diantara banyak pilihan yang lain. Kami tidak memiliki hak untuk mengatakan sahabat-sahabat kami yang memiliki sikap politik yang sama meski teknis penyuaraanya berbeda sebagai looser atau pecundang. Tidak. Hal itu bisa dilihat dari kisah bagaimana Abu Dzar mengumandangkan keislamannya, kemudian digebuk beramai-ramai padahal sahabat lainnya lebih memilih untuk diam. Ada banyak kisah lain, seperti para sahabat mengaku berkiblat di hadapan Lata-Uzza saat disiksa, sementara beberapa sahabat lainnya memilih untuk melafaskan dan terbunuh karenanya.

Kami tidak akan memprovokasi orang untuk melakukan tindakan yang sama dan mengucilkan kawan-kawan kami. Kami berusaha agar kami tidak terpecah. Lagi pula kalau sok-sokan berani bermain dengan subversi, siapa yang bisa mendeteksi keberadaan kami? Kami kan tidak menggunakan nama asli? Kalaupun kau berkata bahwa bisa saja dilakukan penelusuran via dunia maya, ya silahkan saja tidak apa-apa. Hidup penuh resiko kan? (bersambung)

Readmore »»
| edit post

MELAMPAUI DEMOKRASI

Diposting oleh Berandalan Tuhan On 00.10 0 komentar

Hari ini seorang lelaki pulang, dan seperti biasa masih dengan sedikit hasil dan segunung harapan. Lelaki itu sudah bergumul dengan debu dan keringat. Sementara panas mentari berganti shift dengan hujan dan angin. Ada banyak manusia di luar sana. Setiap masing-masing mereka saling bertemu untuk mewujudkan keinginannya. Ada yang mencoba mengorbankan orang lain untuk kepentingannya. Ada yang memanfaatkan keadaan untuk mengambil keuntungan. Ada ini, ada itu. Tapi lelaki itu tidak. Dia masih meyakini ada sesuatu yang bisa dia perjuangkan untuk kehidupan yang lebih baik.

Sore itu sangat melelahkan sekali. Berjibaku dijalan yang penuh dengan pertarungan memang membuat dia tak kuat menahan kantuk. Dia sering kali tertidur di dalam kendaraan umum. Jika sudah begitu, biasaya setiap tiga atau lima menit dia terbangun. Sebuah kendaraan yang tidak begitu bagus. Di negerinya, banyak hal yang tidak nyaman, termasuk kendaraan umum. Fasilitas umum memang tidak ada yang memperhatikannya. Hebatnya, di negeri ini tidak ada yang mengeluh. Bagi kebanyakan orang, mengeluh tentang fasilitas umum adalah bid`ah. Sedangkan semua kita mafhum, setiap bid`ah itu tercela dan pasti tertolak. Dan tentu saja ini HARAM, meski Majlis Ulama belum mengeluarkan fatwa.



iya, belum lama ini Majlis Ulama di negeri ini sudah membuat sesuatu yang fenomenal. Semakin populis saja ulama di negeri ini. Padahal di negeri lain, pamor politikus lebih menjadi perhatian, dan ulama jarang di dengar perkataannya. Beruntunglah ulama di negeri ini dengan fatwa-nya. Penyanyi dangdut yang erotis pun tak bisa mengambil alih headline harian ibu kota beberapa hari ini. Bukankah masyarakat yang selalu mendengar perkataan ulama itu adalah masyarakat yang baik?


Kembali ke kisah lelaki tadi. Dia sangat yakin dengan perkataan Imam Al-Ghozali. “Masyarakat rusak karena penguasa rusak. Penguasa rusak karena ulama rusak”. Apapun yang dikatakan ulama hari ini, paling tidak mereka sudah mulai di dengar. Lelaki ini pun sempat mendengar dan merenungi fatwa-fatwa dari Majlis ulama. Ditengah kesibukan dan tugas-tugasnya, dia sempatkan diri tersenyum. Dia bahagia, bukan karena isi fatwa. Tapi karena Majlis ulama telah membuat masyarakat lupa dengan gosip selebritis dan artis. Mungkin sebagian pemuda yang menganut mazhab liga sepak bola pun terseret pada wacana ini.

Senyum lelaki itu tiba-tiba saja berubah menjadi gelak tawa aneh. Ya, dia tertawa. Ternyata bukan hanya masyarakat yang dibuat lupa oleh kesehariannya. Orang-orang lupa dengan fatwa sebelumnya, setiap kali ada fatwa yang baru. Kemarin SEPILIS itu HARAM, lalu Rokok, lalu golput. Lelaki ini tertawa karena ternyata semua yang difatwa haram itu adalah realitas yang nyata dan tidak pernah berubah.

Adalah realitas bahwa Majlis Ulama tidak lebih di dengar oleh presiden dari penasehat politik dan partai pengusung penguasa. Adalah realitas bahwa para pejabat di negeri ini adalah perokok. Demikian juga para kyai di pesantren-pesantren. Lalu anggota legislatif. Lelaki itu berpikir sejenak. Jika SEPILIS haram, maka penguasa yang tidak mendengar Ulama adalah najis, pikir lelaki itu. Jika rokok adalah haram, maka para pejabat, kyai dan anggota legislatif adalah najis. Begitu juga hasil pembangunan dari pajak dan bea cukai rokok. Semuanya najis! Dalam kasus rokok, Ulama telah di dahului oleh para pembuat bungkus rokok. Tapi tak masalah siapa yang duluan. Yang penting adalah pelaksanaannya.

Lelaki itu pun sami`na wa atho`na.. Dia bertekad untuk tidak melakukan aktivitas yang haram atau menyentuh sesuatu yang najis. Berat memang, tapi setiap kebaikan adalah kewajiban. Setiap kewajiban harus diperjuangkan dan dilaksanakan.

Bagaimana dengan Haram-nya golput? Huff! Dia baru teringat akan pesta demokrasi yang akan digelar. Pesta ini konon katanya digunakan untuk mengangkat pemimpin negeri ini. Lelaki itu hampir lupa sudah berapa kali PEMILU digelar sepanjang usia hidupnya. Dia teringat para pedagang asongan, penjual rokok dan anggota legistlatif. Mereka semua punya kesibukan yang sama dengan dirinya: mencari nafkah. Tapi tidak semuanya sama beruntung. Khususnya dengan fatwa Majlis ulama. Para penjual rokok harus merasa dirugikan karena omset penjualan mereka bolehjadi menurun. Para anggota legislatif pun mungkin banyak yang akan kehilangan pekerjaannya. Karena PEMILU adalah PHK besar-besaran. Fatwa haram rokok dan haram golput merugikan berbagai pihak. Hampir semua pihak dirugikan oleh fatwa ulama dan PEMILU, kecuali tukang sablon dan para caleg. Bagi tukang sablon dan para caleg mungkin ini adalah proyek dan bursa lowongan kerja besar-besaran.

Lalu bagaimana dengan lelaki itu?? Bagi dia, ulama walau bagaimana pun tetap mulia. Fatwanya adalah hasil ijtihad yang mesti mendapatkan pahala. Lalu bagaimana sikap lelaki in terhadap PEMILU dan golput? Silahkan tanya sendiri, dia sedang sibuk dengan pergumulan hidup dan perjuangannya. Dia terlalu sibuk untuk sempat menuliskan opini di Kompas atau Republika. Mungkin dia punya pendapat, tapi tak sempat membuat Seminar, atau menggelar demonstrasi di HI. Kalau mau tahu pendapat dia, silahkan tanya sendiri. Mungkin dia mau menyempatkan diri untuk menjawab pertanyaan kamu…

Bagi dia, hidup itu harus diperjuangkan. Semua orang yang disebut diatas sibuk dengan urusan nafkah mereka. Begitu pun dia, lelaki itu. Jika saja kalian sempat bertemu dengan dia dan bertanya tentang Haramnya Golput dan PEMILU. Mungkin kalian akan mendengar jawaban dia sambil berlalu begitu saja… Ngapain mikirin demokrasi, mending mikirin anak&istri!

Lelaki itu sibuk mencari nafkah, seperti sibuknya anggota legislatif mencari nafkah. Apakah Majlis Ulama tempat mencari nafkah? Lelaki itu tidak terlalu peduli, persis seperti tidak pedulinya dia, apakah presiden korupsi atau tidak.

Lelaki itu tetap patuh kepada ulama, dan fatwa-nya. Lelaki itu bukan hanya menginginkan pemimpin yang baik dan mengharamkan golput. Dia telah melampuainya. Dia bahkan sudah melangkahi SEPILIS dengan melupakannya... Ya, melupakannya! Persis seperti kebanyakan orang melupakan syari`at Islam dan fatwa haramnya Sekulerisme dan Pluralisme.

Kemarin dia sempat berkomentar sambil tetap sibuk pada pekerjaannya. Dia mendengar pernyataan salahsatu tokoh partai peserta PEMILU (they are so-called islamic movement), lalu berkata: “Bagi saya demokrasi dan pemenangan PEMILU adalah agenda masa lalu”.

Readmore »»

Scene Report Sound For Palestine

Diposting oleh Berandalan Tuhan On 11.46 0 komentar

Fuih akhirnya sampai juga di Taman Ismail Marzuki. Setelah melewati perjalanan cukup menarik karena kami sempat kehujanan di Pondok Kopi. Berangkat Pukul 15.45 usai shalat ashar berjamaah, dari bekasi kami segera menuju ke Acara Sound For Palestine.

Sebuah acara yang di mobilisasi oleh pengamen jalanan. Sebelumnya sempat dua jam kami menunggu Fuad Ketapel Art dan Epic GunXrose di rumah Udenk, karena beberapa kendala mereka tidak bisa hadir on time seperti yang direncanakan managemen. Jadinya yang harusnya berangkat jam 14.30 jadi molor.



Setelah Sampai Di TIM, kami langsung bertemu Ustad Ades dari Majalah Sabili yang ingin meliput acara yang cukup jarang diadakan ini. Selama ini acara Palestina memang sering diadakan oleh komunitas komunitas dakwah, rohis dan nasyid. Kali ini alhamdulillah para pengamen jalananpun ikut merasakan kesedihan Palestina.

Pukul 17.10 WIB kami langsung mempersiapkan diri untuk tampil. Usai check sound kami langsung memulai penampilan dengan lagu DARI JAKARTA HINGGA JALUR GAZA lalu disusul dengan KONSPIRASI HAYKAL. Melalui singkat dari Thufail Al Ghifari kami coba menyampaikan fakta fakta lain tentang Palestina yang kami dapat melalui lembaga kajian anti zionis internasional KAZI.

TROM

Acara ini tergolong sederhana, namun tetap menarik. Panggung dikemas terlalu minimalis dengan tinggi 60 centimeter, ditambah beberapa bendera merah putih di sebelah kanan panggung lalu satu buah bendera Palestina disebelah kiri. Ada sebuah layar besar seperti layar tancap disamping kiri panggung tempat gambar film dokumentar zionisme diputar nonstop. Usai penampilan kami acara diteruskan dengan diskusi singkat, lalu break sholat maghrib.

Seusai sholat berjamaah acara dilanjutkan kembali, namun setelah beberapa band Hujan turun dan acara harus di break menunggu Hujan reda. beberapa panitia sibuk menutup sound system dan mixer dengan menggunakan kain terpal biru. The Roots Of Madinah meneduh di teras IKJ, kami memang sengaja menunda pulang untuk menunggu penampilan sahabat kami dari PUNK MUSLIM.

Usai hujan reda acara dilanjutkan kembali dan setelah beberapa band akhirnya Punk Muslim tampil menggebrak dengan dua buah lagu. Keyboardis Punk Muslim mengingatkan betapa pentingnya peran berjamaah untuk melawan kebiadaban Israel.

Namun seusai Punk Muslim, kami sempat kaget ternyata isu Palestina kali ini memang digalakan bersama sama atas dasar kemanusiaan, karena itulah ada beberapa grup yang membawakan lagu genjer - genjer yang menjadi Icon PKI, entah apakah memang mereka berpemikiran marxis atau hanya sensasi namun suasana saat itu memang menjadi agak berbeda. Walau kami tetap berhusnudzon setidaknya makhluk makhluk Marxis itu juga benci dengan zionis itu sendiri. Jadi teringat cerita ketika Rasulullah menyuruh Umar Bin Khatab menyarungkan pedangnya ketika ada seorang badui membuang najis di masjid.

Dari komunitas pengamen bogor mewarnai dengan lagu reggae sambil berteriak "gue benci perang! gue benci perang! gue benci perang!". Hawanya agak sensasional, gaya khas rastafara dan icon bob marley mendominasi. Kali ini suasananya memang campur baur ideologi. dari kanan hingga kiri semua berterika "ANTI ZIONIS ACTION!".

Lelaki lelaki berambut Gimbal hingga yang penuh tatopun berteriak menghujat Israel "Israel Asu!", "Anjing Israel!", Israel F**K Off!" dan sebagainya. Kasar memang bahasanya, tapi itulah bahasa hati yang lahir dari kemuakan penjelajah dunia jalananan ini, tidak seperti kondisi budaya di lingkungan rohis yang ya tahu sendirilah. Namun kami sendiri tersenyum melihat saat ini begitu banyak orang sepakat Zionis memang biang fasis yang sebenarnya.

Kami melihat dengan mata kepala kami sendiri, komunitas Marxis dan anak anak jalananpun menghujat Zionis. Harusnya kita yang muslim bisa lebih militan dari mereka!

Dan yang lebih asyik acara ini di tutup dengan penampilan pembacaan puisi yang sebelumnya Bang Edi dan kawan kawan seniman jalan IKJ menutup puncak acara dengan meremix lagu Karavan Senja dari Thufail Al Ghifari, lalu diikuti lagu lagu anti israel karangan sendiri. Teriakan Jihad dan Takbir langsung bergemuruh menyahut teriakan Allahu Akbar dari bang Edi dan kawan - kawan.

edi pengamen

Yang unik dari grup Bang Edi ini adalah mereka tidak menggunakan alat musik selain gitar akustik ditambah dengan tong air plastik, tong kaleng besar, panci panci rusak, potongan pagar besi, tabung gas elpiji, peruitan parkiran, simbal drum rusak dan dan logam logaman lainnya. Unik dan keren!

akhirnya acara berakhir jam 22.00WIB. Dana terkumpul dari recehan pengunjung (maklum tidak diwajibkan satu dollar, 50 perakpun diterima) adalah 1.200.000 dan infak dari penjualan kaset Punk Muslim 110.000 semua akan disumbangkan lewat KNRP atau lewat DOMPET DHUAFA.

Di acara ini juga kami kedatangan seorang sahabat yang datang dari jauh dari kota Palu Sulawesi yaitu akhi Faris, mohon maaf kami tidak bisa menjamu antum dengan baik. karena kondisi keramaian acara salam buat teman teman di kota Palu. Tetap Semangat ya bro!

Adalah sebuah pengalaman unik dan tak terlupakan bagi kami bisa mengambil bagian dari acara kecil dengan semangat yang sangat luar biasa ini...

Readmore »»
| edit post