Allah akan menimakakan kehinaan pada orang-orang yang menimpakan keburukan pada orang lain.
Perusahaan memang mirip sebuah pasukan perang. Maka ketika perusahaan bertempur untuk mengalahkan orang lain, maka ia mengundang Allah untuk menghinakan orang-orang yang ada di dalamnya.
Bertempurlah bukan untuk mengalahkan pasukan lain. Bertempurlah untuk mengalahkan diri. Mengalahkan ketidakefektifan, menghancurkan kemalasan dan kesombongan, mengalahkan ketidakkreatifan dan amoralitas.
Jika itu dijalankan maka takdir bukanlah merupakan hasil dari ajang mengalahkan melainkan sebuah ajang pencapaian prestasi.
Hati-hati, dan bijaklah dalam menafsirkan Tsu Tzu





0 Response to "Mengalahkan Diri"
Posting Komentar